Magisk 19.0 dan Magisk Manager 7.1.1 (Beta) Untuk Semua Android

Magisk 19 Beta

Buat para pengunjung setia ataupun para pecinta modifikasi smartphone Android, pasti sudah tidak asing dengan yang namanya Magisk. Seperti yang kita tahu, Magisk merupakan aplikasi open sorce multi fungsi buatan developmer Topjohnwu yang bisa kita gunakan untuk melakukan rooting smartphone Android secara systemless.

Magisk merupakan satu - satunya metode root yang masih bertahan dan terus update hingga saat ini. Pada update terbarunya, developmer Topjohnwu baru saja merilis Magisk 19.0 dan Magisk Manager 7.1.0 (Beta).

Kok saya belum mendapat notifikasi update ?

Ya, sejatinya buat yang sudah terpasang/menggunakan Magisk, akan mendapatkan notifikasi update apabila Magisk versi baru telah muncul. Namun, Magisk 19 ini masih dalam tahap/project beta, jadi jika pengaturan di Magisk Manager kita disetting update Stabil, maka jika ada update versi Beta ya tidak muncul notifnya.

Apa yang baru dan kelebihan Magisk 19.0 ?

Dari yang saya lihat dan amati, Magisk 19.0 ini lebih condong untuk menyambut kehadiran Android Q, yang mana merupakan versi OS paling baru yang sebentar lagi akan meluncur secara global.

#Magisk 19.0
  • [General] Remove usage of magisk.img
  • [General] Add 64 bit magisk binary for native 64 bit support
  • [General] Support A only system-as-root devices that released with Android 9.0
  • [General] Support non EXT4 system and vendor partitions
  • [MagiskHide] Use Zygote ptracing for monitoring new processes
  • [MagiskHide] Targets are now per-application component
  • [MagiskInit] Support Android Q (no logical partition support yet!
  • [MagiskPolicy] Support Android Q new split sepolicy setup
  • [MagiskInit] Move sbin overlay creation from main daemon post-fs-data to early-init
  • [General] Service scripts now run in parallel
  • [MagiskInit] Directly inject magisk services to init.rc
  • [General] Use lzma2 compressed ramdisk in extreme conditions
  • [MagicMount] Clone attributes from original file if exists
  • [MagiskSU] Use ACTION_REBOOT intent to workaround some OEM broadcast restrictions
  • [General] Use skip_mount instead of auto_mount: from opt-in to opt-out

#Magisk Manager 7.1.0
  • Support the new module format
  • Support per-application component granularity MagiskHide targets (only on v19+)
  • Ask for fingerprint before deleting rules if enabled
  • Fix the bug that causes repackaging to lose settings
  • Several UI fixes

Buat yang ingin mencicipi Magisk 19.0 Beta ini, ada 2 cara yang bisa kita pilih untuk mendapatkannya :

#1. Update via Magisk Manager
  1. Buka Aplikasi Magisk Manager.
  2. Buka Pengaturan.
  3. Ubah Kanal Pembaruan menjadi Beta.
  4. Maka kita akan mendapat notifikasi untuk update Magisk dan Magisk Manager ke versi Terbaru.

#2. Install Update Magisk via TWRP
  1. Reboot ke TWRP
  2. Flash/Install Magisk 19.0.zip
  3. Reboot System.
  4. Done.

Catatan : Install Magisk Manager secara manual jika belum muncul.

Oh iya temen - temen, sekali lagi dan berkali - kali saya ingatkan. Jika smartphone kita telah berstatus root menggunakan SuperSU/Chainfire, maka Magisk tidak akan bisa dipasang. Solusinya kita harus melakukan Dirty Flash.

Bagaimana cara Unroot atau Uninstall Magisk ?

Untuk melakukan pencopotan alias Unroot Magisk caranya sangat mudah sekali. Kita bisa mencopotnya langsung lewat Magisk Manager ataupun Flash file Uninstaller Magisk.zip via TWRP.


Kapan Magisk 19 versi Stabil dirilis ?

Belum ada kepastian dari sang developmer kapan Magisk 19 versi Stabil akan dirilis. Namun, perkiraan saya Magisk 19 Stabil akan dirilis apabila OS Android Q sudah mengudara luas. Karena untuk saat ini Android Q juga masih berstatus Beta dan hanya tersedia untuk smartphone tertentu saja.

Mungkin sampai disini dulu perbincangan kita mengenai Magisk 19.0 dan Magisk Manager 7.1.0 (Beta) ini. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Magisk, bisa kunjungi threadnya langsung disiniSekian tulisan dari kami, Share jika Bermanfaat..

Post a Comment for "Magisk 19.0 dan Magisk Manager 7.1.1 (Beta) Untuk Semua Android"